Cara Mengetahui Karakter Seseorang Melalui Caranya Ngegas Motor
![]() |
| Sumber: https://www.freepik.com/free-vector/skeleton-rigind-motorbike_1170912.htm#query=motor&position=2 |
Motor adalah sebuah moda transportasi yang jumlahnya paling banyak di Indonesia. Transportasi ini adalah transportasi yang sangat populer disemua kalangan, dari orang tua hingga anak kecil bisa mengendarainya. Sesungguhnya anak kecil belum boleh mengendarai motor, tapi tau sendirilah namanya juga endonesa, apa to yang nggak bisa? Koruptor aja masih bisa jalan-jalan dengan kawalan voorijder, masa anak kecil naik motor aja nggak bisa? Haha
Seseorang yang melakukan sebuah kegiatan yang berulang-ulang dan terus menerus dalam jangka waktu yang lama akan membuat ia terbiasa dan mengenal seluk-beluk hal tersebut.
Terbentur-terbentur-terbentuk. Begitulah sekiranya. Maka sebagai seseorang yang sudah bertahun-tahun lamanya mengendarai motor, izinkan saya berbagi sesuatu yang mungkin juga kalian rasakan selama bermotor ria di jalan raya.
Selama kita mengendarai motor di jalan raya, tentunya kita tidak sendirian dong. Pasti ada orang lain disana yang juga mengendarai sepeda motor. Terkadang pula, kita membonceng teman kita atau abang ojek. Masing-masing mereka mempunyai cara sendiri dalam ngegas motornya. Ada yang sukanya ngegas banget, ada yang ngegasnya secara perlahan, ada juga yang ngegasnya kayak nggak niat naik motor alias mending nyepeda aja deh. Macam-macam cara ngegas tersebut akan kita analisis filosofinya disini.
Orang yang sukanya gas pol, yang ngegasnya tidak pakai ancang-ancang, umumnya orang ini gegabah dalam hidupnya. Memutuskan sesuatu secara cepat dan langsung dieksekusi saja tanpa pikir panjang. Biasanya orang macam ini kalau ngerem sukanya mendadak. Kalau ada mobil didepannya, dia pasti ngeremnya saat motornya sudah berjarak beberapa meter saja dari si mobil. Hal ini cukup berbahaya, bisa jadi kalau kampas remnya habis dia bisa menabrak mobil dan menimbulkan kecelakaan. Selain itu hal ini juga akan menyebabkan orang yang diboncengnya kaget dan panik. Bila direfleksikan dalam hidup, orang semacam ini adalah orang yang perencanaannya kurang, terlalu terburu-buru dalam eksekusi dan biasanya belum menyiapkan rencana khusus saat harus menghadapi kegagalan. Meski demikian, bila jalannya ternyata mulus, maka tujuannya juga akan tercapai dalam waktu yang singkat.
Karakter yang agak mendingan bisa jadi adalah mereka yang ngegas motornya secara perlahan saja. Mengapa? Karena dengan begitu rantai dan gear motor akan lebih awet, mesin juga akan lebih enteng kerjanya daripada langsung di gas pol. Bila kita perhatikan orang semacam ini hidupnya cukup tertata, punya perencanaan yang jelas, dan sudah punya ancang-ancang saat melihat pintu kegagalan. Umumnya saat mengendarai motor dan didepannya ada mobil, dalam jarak puluhan meter dengan mobil dia sudah akan memperlambat laju kendaraannya. Dia mampu meminimalisir potensi kecelakaan atau kegagalan bila direfleksikan dalam hidup.
Terakhir adalah mereka yang ngegasnya terlalu pelan. Hal ini menandakan yang bersangkutan adalah orang yang lambat dalam mengambil keputusan, perencanaan dan banyak hal lainnya. Memang benar bahwa potensi kecelakaan akan menurun bila kita melambat, tetapi potensi untuk mencapai tujuan juga akan semakin lama. Biasanya dia akan cukup berbelit-belit saat mengambil keputusan, serta sering takut dan ragu untuk mengambil tindakan, terlalu berhati-hati akan membuat banyak hal tertunda bahkan gagal. Sebab beberapa hal dalam hidup menghendaki kecepatan pengambilan keputusan.
Bagaimana? Apakah ada yang relate dengan filosofi diatas? Haha
Pada dasarnya apa yang tertulis diatas adalah analisis ngawur-ngawuran yang saya telaah. Jangan dijadikan sebagai patokan sebab belum tentu semua orang seperti itu. Dibawa santai saja sambil belajar untuk mampu meramu kesemuanya demi kebaikan diri kita sendiri. Tabu kapan kita gas pol, tau kapan harus perlahan-lahan, tau juga kapan saat harus pelan-pelan.



Comments
Post a Comment